Rabu, 31 Oktober 2012

Tips Sukses dalam Meningkatkan Penjualan Bisnis


Produk yang mempunyai kualitas tinggi tidaklah cukup untuk mendongkrak penjualan Anda. Banyak hal yang menentukan suksesnya penjualan. Berikut beberapa langkah dalam meningkatkan penjualan bisnis Anda:

Temukan konsumen baru
Cara termudah untuk meningkatkan penjualan adalah merambah pasar baru yang belum begitu memiliki persaingin bisnis yang tinggi. Artinya, Anda harus mendapatkan pelanggan baru dan menawarkan produk kepada mereka. Tinggalkan secepat mungkin cara-cara yang kurang efektif dan efisien, terapkan promosi inovatif dalam menjaring konsumen, misalnya dengan menggunakan teknologi internet.

Kenali produk Anda
Anda harus orang pertama yang mengenal secara detail produk yang akan dijual, baik sisi kelebihan dan kekurangannya. Jadi sebelum melakukan gencar promosi, kenali dulu dengan baik produk yang akan Anda jual, sehingga pengetahuan Anda mengenai produk menjadi daya tarik tersendiri bagi calon konsumen.

Permudah prosedur pembelian
Buat prosedur pembelian produk yang dapat dilakukan dengan mudah, aman, dan nyaman. Konsumen jangan disulitkan dengan hal-hal teknis yang dapat menghambat proses pembelian produk. Kalau bisa Anda berikan opsi cara pembelian yang lebih berkesan kepada konsumen, sehingga konsumen akan nyaman membeli produk sesuai dengan keinginannya masing-masing.

Kenali strategi pesaing
Dalam memasuki pasar Anda tidak sendirian, banyak pesaing di ceruk pasar yang sama. Jadi kenali pesaing dengan baik dan terapkan metode terbaik yang Anda punya, sehingga Anda bisa meningkatkan penjualan bisnis Anda.
(*disarikan dari berbagai sumber)

Bagaimana Cara Mengubah Hobi jadi Peluang Bisnis


Menikmati hobi setelah beraktivitas memang menjadi waktu yang ditunggu-tunggu. Melukis pada akhir pekan atau melakukan hobi fotografi pada waktu senggang menjadi kegiatan yang dapat menghilangkan penat setelah bekerja.

Kadang terlintas di pikiran jika hobi Anda bisa menjadi pekerjaan sehari-hari, tentunya akan sangat menyenangkan. Namun sayang, tak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan itu. Ada saja aral melintang untuk dapatkan pekerjaan yang sesuai dengan hobi atau passion.

Lantas, bukan berarti Anda harus menyerah! Di Kanada contohnya, banyak pensiunan yang mulai menjadikan hobi menjadi pekerjaan baru.

Menurut British Columbia Women's Enterprise Centre (BCWEC), pada usia pensiun (di atas 45 tahun), banyak para perempuan yang kembali menekuni hobi, seperti menjahit atau membuat kue, lalu mulai menjadikannya bisnis kecil-kecilan. Malah, tidak jarang, banyak di antara mereka yang menjadikan hobi tersebut sebagai mata pencaharian.

Memang tidak ada kata terlambat untuk mencoba berbisnis. Apalagi, jika memiliki waktu senggang dan modal yang cukup. Siapapun Anda, baik pensiunan hingga fresh graduate, sebelum memutuskan untuk memulai bisnis dari hobi, ada baiknya simak terlebih dahulu tips di bawah ini:

1. Kenali pasar Anda
Sebelum memulai bisnis baru, ada baiknya Anda mencari tahu seperti apa target pasar bisnis yang akan dijalankan. Apakah pasar sasaran tersebut ada? Jika Anda tidak melakukannya, modal bisnis yang telah dikeluarkan bisa jadi akan sia-sia.

Karenanya, menurut Sandra Altner, CEO dari Women's Enterprise Centre of Manitoba,  mulailah riset Anda dengan melakukan hal berikut:

Sekecil atau sebesar apapun bisnis Anda, membuat rencana bisnis sangatlah penting. Selain bisa mengenal pasar sasaran, Anda pun jadi  tahu siapakah yang menjadi kompetitor bisnis dan akhirnya dapat menentukan harga jual yang cocok serta bersaing.

Walaupun Anda sudah tahu skill mengolah hobi Anda, belum tentu Anda tahu tentang mengelola sebuah bisnis. Nah, jika Anda belum punya dasar mengelolanya, ada baiknya Anda mengikuti kursus singkat tentang bisnis atau berkonsultasi dengan pebisnis yang sudah sukses.

2. Peka dan cermat melihat peluang
Bersiaplah untuk bertemu dengan pasang surut dunia bisnis. Apa yang terjadi di sekeliling seperti harga BBM dan sembako yang naik atau turun, bisa memberikan efek terhadap bisnis yang sedang Anda jalankan. Karenanya, Anda harus sadar akan hal itu!

Apalagi, kondisi keuangan bisnis akan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal tersebut.

Brian Dougherty, seorang pensiunan yang memulai bisnis fotografi menyarankan para pebisnis untuk selalu membuat investasi kecil di luar bisnis yang menjadi fokus utama, sehingga bisa saling menopang kelancaran dari bisnis yang dijalankan.

3. Jangan terburu-buru
Karena pada awalnya Andalah yang akan menjalankan bisnis, cermatilah perihal waktu. Jangan langsung paksakan diri untuk mencari keutungan sebanyak-banyaknya dengan mengambil order pekerjaan yang akan sangat menyita waktu pada saat bisnis Anda baru saja dimulai.

Altner menambahkan, sebagai permulaan, pilihlah pekerjaan atau orderan yang ringan-ringan saja. Janganlah membuat bisnis baru sesibuk pekerjaan lama Anda. Apalagi masih banyak hal-hal yang harus Anda pelajari terlebih dahulu.

Bagaimana, apakah Anda berencana untuk memulai bisnis yang merupakan hobi? Atau malah sudah ada yang memulai?
 (*disarikan dari berbagai sumber)

Selasa, 30 Oktober 2012

Tips Sukses Dalam Berbisnis Dengan Pasangan


Tak usah ragu bila Anda ingin buka usaha bersama pasangan. Anda berdua bisa tetap sukses. Kuncinya cuma dua, kok!

Kompak dan Saling Percaya

Konon, yang menjadi unsur penting dalam kelanggengan bisnis adalah kekompakan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Nah, bisnis yang dibangun bersama pasangan mempunyai kelebihan ini. "Pasangan yang dasarnya memang sudah kompak tinggal menggunakan kekompakan ini sebagai modal untuk berpartner dalam berwiraswasta," ujar Kafi Kurnia, konsultan keuangan dan manajemen.

Selain itu, bukankah bisnis seringkali mengandung tingkat kerahasiaan tinggi yang menuntut kepercayaan? Nah, suami-istri punya modal lebih dalam hal ini, mereka saling percaya. Jadi, rahasia bisnis keluarga, seperti resep masakan bagi yang membuka restoran atau kiat manajemen yang dijalankan, tak akan terbeber kemana-mana. Mereka bisa memegang rahasianya.

Sama Hobi dan Kesenangan

Modal lain yang tak kalah penting ialah mempunyai kesamaan hobi dan kesenangan. "Jadi, kalau mau membuka usaha rumah makan, ya, suami-istri tersebut harus senang masak dan makan. Paling tidak, kalau hanya satu yang hobi masak, maka pasangannya harus hobi makan. Jadi punya common interest."

Sebab, terang Kafi, bisnis keluarga tak akan sukses bila hanya mengandalkan skill."Skill, kan, bisa dicari. Kita bisa menggaji orang lain yang memiliki skill tersebut." Makanya, common interest alias punya kesamaan aspirasi sangat penting. Jangan lupa, bisnis yang dijalankan keluarga sifatnya wirausaha. Jadi, kalau mau enak menjalankannya, hobi dan kesenangan harus sama. Lagi pula, adanya kesamaan hobi dan kesenangan akan membuat bisnis berjalan dengan fun (senang).

Atasi Masalah

Kendati bisnis bersama pasangan banyak menguntungkan, namun bukan berarti tak bakal ada masalah. Untuk mengantisipasi timbulnya konflik, ada beberapa hal yang perlu diketahu :


  1. Bedakan antara urusan bisnis dan rumah tangga.
  2. Buat pembagian yang jelas untuk tugas dan wewenang masing-masing. Pembagian ini untuk membantu agar salah satu pihak tak merasa tersisih atau dilangkahi.
  3. Komunikasi antara suami istri selalu dijaga. Jangan masing-masing tenggelam dalam kesibukannya sendiri di kantor. Ide-ide baru dan keinginan masing-masing pihak harus terus dibicarakan, supaya sebelum salah satu mengambil keputusan, paling tidak ia sudah tahu keinginan pasangannya.
(*disarikan dari berbagai sumber)